Manado – Walikota Manado Andrei Angouw menegaskan pentingnya menjaga semangat persatuan ditengah perbedaan yang ada dalam masyarakat Kota Manado.
“Kita memang berbeda-beda, tapi harus punya semangat untuk bersatu. Bahkan, kembar identik pun tetap punya perbedaan, jadi bukan perbedaan yang dicari, tapi persatuan yang harus diutamakan,”ujar Walikota, saat membuka pelaksanaan Rapat Koordinasi (Rakor) Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Manado, di Hotel Gran Puri, Kamis (30/10).
Menurutnya, nilai persatuan yang terkandung dalam sila ketiga Pancasila menjadi dasar untuk menjaga kondusivitas daerah dan kesejahteraan masyarakat.
“Kalau kita ingin membagun dan mensejahterakan masyarakat, maka semangat persatuan itu harus kita rawat. Jangan hanya mencari perbedaan, tapi doronglah semangat saling menghargai,”tukas Angouw.
Walikota juga menyinggung peran para budayawan dan tokoh masyarakat dalam menumbuhkan harmoni sosial.
“Para budayawan punya ego masing- masing, tapi dalam semangat persatuan, kita harus melepas ego itu demi kepentingan bersama. Caranya adalah dengan memberi contoh bagaimana kita berkomunikasi dan berembuk dengan baik, sehingga masyarakat pun meneladani hal itu,”tandasnya.
Orang nomor satu di Manado itu berharap hasil Rakor tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan memberi dampak nyata bagi kehidupan sosial masyarakat Manado.
“Rapat ini harus berdampak. Saya ingin Kota Manado menjadi contoh tentang toleransi dan kehidupan harmonis antar masyarakat dengan latar belakang berbeda,”pungkas Walikota.
Sementara, Ketua FPK Kota Manado Brian Waleleng SH menjelaskan FPK merupakan wadah komunikasi, konsultasi, dan kerjasama antar masyarakat lintas etnis untuk memperkuat integrasi sosial.
“Pembauran kebangsaan tidak berarti melebur perbedaan, tapi menyatukan semangat bangsa tanpa menghilangkan identitas asli masing-masing,”ujarnya.
Rakor yang mengangkat tema Kota Manado sebagai Rumah Besar Pembauran Kebangsaan diikuti 125 peserta terdiri dari pengurus dan anggota FPK, perwakilan paguyuban suku dan etnis, serta tokoh masyarakat berlangsung selama satu hari.
Tampak hadir sejumlah tokoh penting seperti Kapolresta Manado, Dandim 1309 serta para budayawan di Kota Manado.(*)











