Manado – Serius menekan angka stunting, Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kota Manado menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) dan Evaluasi Pelaporan Web Monitoring Stunting Semester I, di ruang Toar Lumimuut Kantor Walikota Manado, Selasa (12/08).
Saat membuka Rakor tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Manado dr Steaven Dandel MPH, menegaskan pentingnya setiap kerja lapangan Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TP3S) tercatat rapi di laporan web monitoring.
“Kita ingin semua kerja TP3S terdokumentasi dengan baik. Bukan hanya koordinasi, tapi juga memastikan intervensi terbaru terkait stunting bisa dibagikan dan dipahami bersama,”tukasnya.
Sementara, Sekretaris TP3S Kota Manado Macky FE Gosal, menjelaskan laporan monitoring memiliki sejumlah indikator penting yang wajib diinput sesuai arahan dari Ditjen Bina Bangda Kemendagri.
“Indikator ini menyangkut kinerja lintas OPD. Mulai dari Dinas Kesehatan, PU, Pertanian, Perkim, hingga Dukcapil. Semua adalah bagian dari TP3S,”ujarnya.
Lanjut dikatakan Gosal, salah satu indikator krusial adalah pemenuhan gizi ibu dan anak dalam 1000 hari pertama kehidupan mulai dari masa persiapan kehamilan, pemberian tablet penambah darah untuk remaja putri, hingga pemantauan tumbuh kembang bayi sampai usia dua tahun.
TP3S Kota Manado sendiri diketuai Wakil Wali Kota dr Richard Sualang, dengan Wakil Ketua dr Steaven Dandel.
Rakor kali ini diikuti para Kepala Puskesmas, Camat, Sekretaris Camat, penyuluh KB, serta kepala dinas terkait.(*)












